Selasa, 29 Oktober 2013

UKM Basket Stikes NWU



Wawancara dengan pemuda  terkait dengan kegiatan atau organisasi UKM basket di kampus Stikes  NWU
5w+1h
Ø  What=apa yang anda ketahui tentang UKM basket yang ada di Stikes NWU?
UKM basket adalah kegiatan mahasiswa NWU terkait dengan olahraga basket yang diikuti oleh mahasiswa dan mahasisiwi Stikes,Akbid,Akper NWU yang di bimbing oleh para senior senior UKM tersebut.
Ø  Where= dimana pelaksanaan pelatihan UKM basket?
Di lapangan basket  asrama AKBID DAN Prodi kebidanan NWU.
Ø  When=setau kakak  kapan didirikan UKM basket ?
Saya tidak tau persis kapan berdirinya,yang jelas UKM ini berdiri sejak senior-senior saya yang sudah lulus memperjuangkan untuk dibuatkan lapangan basket yang saat itu belum tersedia dan permintaan itupun tidak langsung diiyakan oleh yayasan.
Ø  Why=mengapa kakak memilih UKM basket?
Karena dari SMP saya sudah suka dengan basket dan sebagian waktu luang saya,saya isi dengan bermain basket.
Ø  Who=siapa pembimbing UKM atau siapa saja anggota UKM basket tersebut?
UKM ini diimpin oleh senior yang sudah memiliki sertifikat kepelatihan dan sudah mengikuti coaching clinic beberapa hari di semarang dan UKM ini diikuti oleh beberapa mahasiswa mahasisiwi dari semua Prodi (Stikes,Akbid,Akper NWU)
Ø  How= bagaimana cara anda memenejemen UKM tersebut?
Kami  memenejemen UKM ini dengan membentuk struktur organisasi dari ketua sampai anggota ikut berpartisipasi dalam kepengurusan UKM ini. Biasanya 5 hari dalam seminggu kami melakukan latihan rutin dan 2 kali dalam sebulan kami mengadakan rapat untuk membahas kekurangan dalam menjaga keutuhan UKM ini.kami juga sering melakukan pelatihan/sparing partner dengan institusi lain maupun dengan club basket yang ada disekitar semarang.


Problem yang ada dalam UKM basket
Masalah yang sedang di hadapi saat ini kami dari pihak UKM basket sedang mempermasalahkan atau merundingkan masalah penggunaan lapangan basket yang tidak sesuai dengan fungsinya yaitu lapangan basket yang digunakan oleh pihak UKM silat untuk berlatih silat dan saat ini masih menunggu keputusan dari PUKET 3.

Rencana /solusi
Kami dari pihak UKM basket dan UKM silat telah mengadakan perundingan dengan BEM tentang masalah ini dan masih menunggu keputusan dari PUKET 3.

Kesimpulan
UKM basket yang ada di Stikes NWU telah berdiri sejak kampus ini belum memiliki lapangan besket sehingga dulu para senior harus berjuang keras untuk dapat dibuatkan lapangan basket oleh yayasan.saat ini lapangan basket tersebut terletek di lingkungan asrama Akbid NWU dan para anggota UKM basket biasanya 5 hari dalam semunggu berlatih disitu.UKM ini di bimbing oleh para senir yang telah berpengalaman.di dalam UKM ini sering terjadi permasalahan dan saat ini UKM ini sedang menunggu hasil perundingan dari PUKET 3 dengan UKM silat dan BEM untuk menyelesaikan masalah yang terkait dengan penggunaan lapangan.

Rabu, 09 Oktober 2013

Kebudayaan Magelang


Gethuk adalah makanan khas Magelang yang terbuat dari bahan dasar ketela pohon. Sementara, grebeg gethuk merupakan rangkaian puncak memperingati Hari jadi Kota Magelang yang ke-1105. Acara yang dipusatkan di alun-alun itu selalu dinanti-nanti warga karena mereka bisa berebut menikmati makanan khas itu dengan cara yang unik dan hanya diadakan setahun sekali.

Acara Prosesi Seni Budaya “Grebeg Gethuk” dimulai dengan upacara protokoler yang dipimpin langsung oleh Bapak Walikota Magelang.Upacara protokoler ini berbeda dengan upacara protokoler biasa, karena semua instruksi dan dialog pelaksanaanya menggunakan bahasa jawa kromo.
Setelah itu, Masyarakat disuguhi dengan berbagai atraksi Jatilan dan Dayakan yang dibawakan oleh sanggar kesenian dari 3 kecamatan Kota Magelang, Tarian Tradisional yang dibawakan oleh siswi-siswi dari berbagai sekolah negeri dan swasta Kota Magelang, dan juga aneka pertunjukan tradisional lainnya yang dibawakan oleh kelompok seni lokal. Semuanya berpadu apik dengan hentakan langgam jawa hasil aransemen anak-anak bengkel Seni Universitas Tidar Magelang.
Dan dalam penyelenggaraan yang ke 8 ini (Tradisi Grebeg Gethuk mulai diperkenalkan pada Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Magelang tahun 2006), Acara Grebeg Gethuk berlangsung dengan sangat meriah. Tak kurang dari 348 personel yang berasal dari berbagai komunitas seniman dan warga setempat yang tersebar di 17 kelurahan di Magelang ikut memeriahkan gelaran acara tahunan tersebut, termasuk didalamnya adalah enam sanggar kesenian tradisional Kuda lumping dari kota Magelang, antara lain kelompok “Cahyo Turonggo” Kampung Dumpoh, “Turonggo Kencono Mudho” Nambangan Wetan, “Turonggo Putra Rama” Bogeman, “Turonggo Sakti Mudho” Baben, “Turonggo Saputro” Nambangan Kulon, dan “Wahyu Satrio Mudho” Ngentak. Dayakan, Kesenian Tradisional Magelang yang tak luput menjadi pemeriah acara




Acara kemudian diakhiri dengan Prosesi puncak, yaitu Grebeg Gethuk. Dua buah Gunungan Gethuk dan beberapa gunungan hasil bumi yang sudah dipersiapkan, langsung menjadi rebutan para warga begitu instruksi grebeg’an dibuka oleh Pak Walikota. Warga yang tumpah-ruah tumplek-blek memenuhi alun-alun kota nampak begitu menikmati gelaran acara Grebeg gethuk ini, kendatipun desak-desakan tentu tak terhindarkan. Tapi semuanya berakhir dengan kemeriahan dan kegembiraan, terlebih saat di akhir acara, semua pemain kuda lumping dari semua sanggar seni tradisonal menari bersama, para warga pun tak sedikit yang juga ikut menari khas jatilan-an. Sungguh pemandangan yang sangat menggembirakan, rasanya tak ingin kehilangan momen indah kebersamaan seperti itu.

Senin, 07 Oktober 2013

GREBEK GETHUK MAGELANG


Grebeg Gethuk Tradisi Hari Jadi Kota Magelang



Kota Magelang adalah salah satu kota di provinsi Jawa Tengah. Kota ini terletak di tengah-tengah kabupaten Magelang. Kota Magelang memiliki posisi yang strategis, karena berada di jalurutamaSemarang-Yogyakarta.
Hari Senin kemarin (11 April 2011) masyarakat Kota Magelang, beramai-ramai berebut gunungan gethuk atau sering disebut dengan grebeg gethuk. Gethuk adalah makanan khas Magelang yang terbuat dari bahan dasar ketela pohon. Sementara, grebeg gethuk merupakan rangkaian puncak memperingati Hari jadi Kota Magelang yang ke-1105. Acara yang dipusatkan di alun-alun itu selalu dinanti-nanti warga karena mereka bisa berebut menikmati makanan khas itu dengan cara yang unik dan hanya diadakan setahun sekali.
Dalam acara itu, ratusan gethuk disusun sedemikian rupa menyerupai miniatur gunung Tidar dan tower air minum yang menjadi ciri khas kota Magelang. Gethuk gunung Tidar diwarnai dengan warna hijau, sedang tower berwarna coklat serupa dengan tower di alun-alun.
Dibanding dengan tahun lalu, acara grebeg gethuk kali ini terkesan lebih sederhana, namun secara keseluruhan acara tersebut terbilang meriah.

Sigit Widyoniniti, Wali kota Magelang yang memimpin langsung acara tersebut, sebelum memasuki lapangan upacara Walikota dikirab terlebih dahulu dengan menggunakan kereta kencana oleh barisan prajurit berpakaian keraton. Ia didampingi istri, menyusul Ketua DPRD Hasan Suryoyudho dan istri dan segenap muspida. Mereka tampak berpakaian raja dan ratu kerajaan jawa. Para seluruh tamu undangan dan peserta upacara pun mengenakan pakaian adat jawa. Uniknya lagi, aba-aba upacara tersebut menggunakan Bahasa Jawa.

Upacara tersebut dimeriahkan dengan marcingklung yang dimainkan oleh siswa-siswi SMPN IV, dan Seni Tradisional Trunthung serta Dayakan. Usai upacara, dilanjutkan dengan kirab budaya keliling Kota. Kirab budaya berlangsung ramai karena diikuti pula marching band Canka Lokananta dari Akademi Militer (Akmil) dan Liong Samsi dan kesenian tradisional lainnya. Kirab dimulai dari Alun-alun kemudian menyusuri jalan Pemuda, Jalan Tidar, Jalan Tentara Pelajar dan kembali ke alun-alun lagi. Warga pun berbondong-bondong menyaksikan kirab budaya ini.
Menurut Kepala bagian Humas, Protokol dan Santel Kota Magelang Bambang Rijantoko, acara tersebut merupakan bentuk upaya untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa gethuk adalah makanan asli Kota Magelang dan sudah menjadi ikon. Kami juga ingin mempertahankan budaya makanan tradisional di tengah serbuan makanan-makanan modern. Selain itu, kegiatan kirab budaya sekaligus untuk menggali potensi budaya yang ada di Kota Magelang dan untuk pengembangan pariwisata.
Semoga tradisi Grebeg Gethuk akan selalu diadakan demi melestarikan kebudayaan nasional. Dirgahayu Kota Magelang