Desa Demesan Kecamatan
Tempuran Kabupaten Magelang
Desa merupakan
perwujudan atau kesatuan geografis social,eknomi,politik dan kultur yang
terdapat disuatu daerah,dalam hubungan dan pebgaruhnya secara timbale balik
dengan daerah lain dan suatu kesatuan hokum
dimana tempat tinggal suatu masyarakat pemerintah itu sendiri. Dimana desa
adalah tempat tingga suatu masyarakat yang saling berkomunikasi dan
berinteraksi satu sama lain. Desa juga dapat diartikan sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas
wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat
setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati
dalam sistem Pemerintahan. Salah
satunya desa yang dinamakan Desa Demesan Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang ini. Desa tersebuat berada di sebelah selatan
Kabupaten Magelang.
Demesan tergolong desa
karena desa Demesan termasuk warga yang
guyup rukun terhadap warga yang ada di sekitarnya. Demesan terutama Tempuran
termasuk kawasan industri, karena banyak pabrik-pabrik yang berdiri didaerah
desa Demesan, di desa ini terdapat 4 pabrik yaitu pabrik Kopi, pabrik Lidah
Buaya, pabrik Cengkeh dan pabrik Usmantex. Itu baru didesanya desan belum
dikecamatannya pokoknya pabrik dimana-mana. Tempuran kurang lebih seperti di
Kota Ungaran yang banyak terdapat pabrik. Disekitar rumahku juga banyak
terdapat kos-kosan laki-laki maupun perempuan. Kos-kosan kebanyakan dihuni oleh
orang-orang perantauan pegawai pabrik dekat desa Demesan. Desa Demesan juga
tidak sedikit yang membuka usaha kayu Glondong/ usaha kayu potong yang banyak
dikirim keluar kota Magelang. Jadi desa ini juga jarang sepi karena banyak
karyawan-karyawan yang sering kluar masuk dipabrik, kebanyakan parik yang
memakai sistem sip-sipan yang membuat karyawan sering berlalulalang dijalan. Di
Demesan sekarang kebanyakan warganya membuka usaha ternak ayam bertelur
alasanya karena hasil yang menjanjikan karena tiap hari harga telur ayam dan
daging ayam kian hari kian melambung maka dari itu kesempatan itu diambil untuk
meraih keuntungan.
Didesa Demesan juga terdapat Pondok Pesantren.
Santri-santrinya tidak hanya laki-laki tapi juga wanita tidak sedikit, ada
sekitar 600 santri dan satriwati yang tinggal dipondok pesantren. Banyak juga
santri yang berasal dari luar daerah atau luar kota.Pondok didesa ini juga
sering mengadakan kataman, kataman pondok dilakukan setiap 2 tahun sekali yang
dilakukan 2 hari 2 malam nonstop. Acara tersebut dihadiri oleh wali santri dan
santriwati pondok. Tidak sedikit pula yang berjualan di pinggir jalan menuju
pondok, jalan-jalan desa atau halaman warga yang luas sering sekali menjadi
arena tempat parkir diadakan. Masjid atau pondok didesa ini sering menjadi
tempat latihan manasik haji soalnya dihalaman Masjid terdapat ka’bah mini yang
maka dari itu sering dibuat latihan manasik haji. Latihan manasik haji juga
dipimpin oleh kyai didesa tersebut. Saat ini Masjid didesa tersebut sedang
direhap atau direnofasi menjadi lebih baik, dalam pembenahan Masjid warga yang
dikerahkan untuk menjadi suka relawan
setip Rt untuk mewakili setiap harinya untuk membangun Masjid.
Didesa Demesan juga
masih sering mengadakan Gotong royong, biasanya gotong royong dilakukan setiap
2 minggu sekali lebih sering hari libur paa pagi hari. Akhir-akhir ini gotong
royong warga sering bebenah Masjid, tetapi sebelum masjid dibenahi warga sering
bergotong royong memperbaiki jalan yang rusak tetapi saat ini juga sedang
mengadakan proyek pembetulan jembatan yang ambrol yang ada ujung desa itu,
tetapi sekarang lebih sering membenahi Masjid. Yang sering ikut gotong
royong/kerja bakti adalah kaum laki-laki atau bapak-bapak , pemudanya pun juga tidak
sedikit yang mengikutinya rata-rata semuanya mengikuti. Selagi bapak-bapak pada
bekerja bakti siibu-ibu didesa ini menyiapkan makanan untuk orang-orang yang
bekerja bakti.
Didesa ini juga sering
ada acara yasinan bapak-bapak ataupun ibu-ibu, tidak hanya yasinan tetapi masih
banyak acara mengaji-mengaji yang paling sering dilakukan didesa ini. Warga
didesa Demesan ini masih tergolong orang-orang yang fanatic dengan islam,
islamnya masih di pegang kukuh oleh masyarakat didesa ini. Didesa ini juga ada
tempat mengaji/TPQ untuk nak-anak usia dini sekitar anak-anak TK,SD,SMP
kegiatan seperti ini dilakukan pada sore hari setelah azan asar tiba sampai
pukul 17.00 biasanya, tetai kalau anak-anak yang sudah dewasa atau seumuran
anak SMA sudah pada males untuk mengikuti kegiatan seperti itu. Setiap 2 minggu
sekali ibu-ibu didesa Demesan mengadakan perkumpulan setiap sorenya, selain
yasianan yaitu perkumpulan per Rw yang bernama PKK ada lagi setiap 1 bulan
sekali yaitu perkumpulan ibu-ibu Dawis. Didesa ini dijadikan menjadi 3 blog
yaitu blog Utara, Selatan dan Timur. Pembagian blog menurut Rw jadi didesa ini
terdiri dari 3 Rw. Disetiap blog memiliki bebrapa poskampling yang minimal
memiliki 2 poskampling setiap blog, jadwal rondanya juga dijadwal setiap ketua
Rtnya menjadwal warganya untuk beronda,setiap 1 orang akan mendapat giliran
utuk ronda.
Di daerah Demesan
anak-anak sudah pada merasakan bangku
sekolah dari SD,SMP,SMA kebanyakan
orang-orang daerah sekitar tersebut hanya lulusan SMP untuk orang-orang yang
sudah bekerja, tetapi generasi anak-anak yang sekarang rata-rata sudah lulusan
SMA. Masih sedikit anak-anak yang lulusan Diploma atau S1, dapat disimpulkan
penduduk Demesan sudah berpendidikan. Yang lulusan SMP atau SMA kebanyakan
bekerja di pabrik sekitar tempat tinggalnya.
Didesa ini juga
terdapat organisasi pemuda yang bernama Prasasti Demesan, organisasi pemuda
tersebut diadakan 2 minggu sekali pada hari sabtu atau malam minggu, dalam
organisasi tersebut sering membahas tentang kemajuan pemuda Demesan untuk
menjadi maju dan lebih kreatif. Pada bulan Agustus pemuda demesan sering
disibukkan dengan acara perlombaan untuk memperngati hari kemerdekaan Republik
Indonesia. Perlombaan yang disediakan dalam acara tersebut tidak hanya untuk
anak-anak tetapi orang tua juga ikut berpartisipasi. Sering kali setiap 3bulan
sekali atau hari-hari tertentu mengadakan makan bersama atau acara begadang
bersama. Pemuda-pemuda didesa ini juga sering di mintai tolong sama orang-orang
yang sedang mengadakan hajatan.
Diujung desa ini
terdapat sawah yang sangat luas, kebun tebu,kebun papaya yang berhektar-hektar
luasnya. Setiap musim panen tiba, rumah-rumah yang dekat dengan area sewah
pasti mendapatkan sebagian dari hasil panennya, mereka membagikan panenya
kepada tetangga sekitar karena mereka mensyukuri atas hasil panennya. Setelah
musim panen tiba desa ini sering mengadakan acara dekah desa dengan mengadakan pengajian. Desa ini juga letaknya termasuk
strategis soalnya desa ini dekat dengan pasar, walaupun hanya pasar tradisional
tetapi pasar ini menjadi salah satu sumber keramaian didaerah Tempuran di pasar
itu tidak sedikit warga Demesan yang berjualan disitu.
Makanan khas didesa
Demesan adalah makanan yang terbuat dari ketela atau siangkong, tidak sedikit
pula yabg nenbuat makanan dari singkong untuk di buat makanan dan di jual
dipasar-pasar dekat dengan desa bahkan dijual sampai keluar kota Magelang,
Kecamatan Tempuran memang terkenal dengan produksi makanan yang terbuat dari
singkong atau ketela. Makanan itu kebanyakan dibuat sebagai krupuk,makanan
ringan atau gorengan. Sore hari didesa Demesan juga terdapat beberapa
kios-kios, warung atau lapak yang menjual gorengan-gorengan atau makanan yang
siap makan, waktu sore lebih ramai ketimbang waktu siang hari orang-orangnya
pada sibuk bekerja. Desa Demesan juga dekat jalan raya jalan utama ke Purworejo
yang ramai di lewati mobil-mobil,truk-tuk menuju ke Purworejo jadi tidak sepi
seperti desa-desa yang lain.
Desayang saya tempati
dari dahulu sampai sekarang yaitu desa Demesan Kecamatan Tempuran Kabupaten
Magelang tergolong desa. Didesa Demesan masih ada gotong royong, pos kampling
juga masih berjalan, pemuda-pemuda masih pada mau berorganisasi dengan masyarakat
sekitar, rata-rata pekerjaan warga desa tersebut adalah wiraswasta, masih guyup
rukun tetapi Demesan berada dilingkungan industri yang ramai. Itulah sekilas
tentang desa Demesan