Jumat, 29 November 2013

Desa Demesan Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang



Desa Demesan Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang


Desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografis social,eknomi,politik dan kultur yang terdapat disuatu daerah,dalam hubungan dan pebgaruhnya secara timbale balik dengan  daerah lain dan suatu kesatuan hokum dimana tempat tinggal suatu masyarakat pemerintah itu sendiri. Dimana desa adalah tempat tingga suatu masyarakat yang saling berkomunikasi dan berinteraksi satu sama lain. Desa juga dapat diartikan sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan. Salah satunya desa yang dinamakan Desa Demesan Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang  ini. Desa tersebuat berada di sebelah selatan Kabupaten Magelang.
Demesan tergolong desa karena desa  Demesan termasuk warga yang guyup rukun terhadap warga yang ada di sekitarnya. Demesan terutama Tempuran termasuk kawasan industri, karena banyak pabrik-pabrik yang berdiri didaerah desa Demesan, di desa ini terdapat 4 pabrik yaitu pabrik Kopi, pabrik Lidah Buaya, pabrik Cengkeh dan pabrik Usmantex. Itu baru didesanya desan belum dikecamatannya pokoknya pabrik dimana-mana. Tempuran kurang lebih seperti di Kota Ungaran yang banyak terdapat pabrik. Disekitar rumahku juga banyak terdapat kos-kosan laki-laki maupun perempuan. Kos-kosan kebanyakan dihuni oleh orang-orang perantauan pegawai pabrik dekat desa Demesan. Desa Demesan juga tidak sedikit yang membuka usaha kayu Glondong/ usaha kayu potong yang banyak dikirim keluar kota Magelang. Jadi desa ini juga jarang sepi karena banyak karyawan-karyawan yang sering kluar masuk dipabrik, kebanyakan parik yang memakai sistem sip-sipan yang membuat karyawan sering berlalulalang dijalan. Di Demesan sekarang kebanyakan warganya membuka usaha ternak ayam bertelur alasanya karena hasil yang menjanjikan karena tiap hari harga telur ayam dan daging ayam kian hari kian melambung maka dari itu kesempatan itu diambil untuk meraih keuntungan.
Didesa  Demesan juga terdapat Pondok Pesantren. Santri-santrinya tidak hanya laki-laki tapi juga wanita tidak sedikit, ada sekitar 600 santri dan satriwati yang tinggal dipondok pesantren. Banyak juga santri yang berasal dari luar daerah atau luar kota.Pondok didesa ini juga sering mengadakan kataman, kataman pondok dilakukan setiap 2 tahun sekali yang dilakukan 2 hari 2 malam nonstop. Acara tersebut dihadiri oleh wali santri dan santriwati pondok. Tidak sedikit pula yang berjualan di pinggir jalan menuju pondok, jalan-jalan desa atau halaman warga yang luas sering sekali menjadi arena tempat parkir diadakan. Masjid atau pondok didesa ini sering menjadi tempat latihan manasik haji soalnya dihalaman Masjid terdapat ka’bah mini yang maka dari itu sering dibuat latihan manasik haji. Latihan manasik haji juga dipimpin oleh kyai didesa tersebut. Saat ini Masjid didesa tersebut sedang direhap atau direnofasi menjadi lebih baik, dalam pembenahan Masjid warga yang dikerahkan untuk menjadi suka relawan  setip Rt untuk mewakili setiap harinya untuk membangun Masjid.

Didesa Demesan juga masih sering mengadakan Gotong royong, biasanya gotong royong dilakukan setiap 2 minggu sekali lebih sering hari libur paa pagi hari. Akhir-akhir ini gotong royong warga sering bebenah Masjid, tetapi sebelum masjid dibenahi warga sering bergotong royong memperbaiki jalan yang rusak tetapi saat ini juga sedang mengadakan proyek pembetulan jembatan yang ambrol yang ada ujung desa itu, tetapi sekarang lebih sering membenahi Masjid. Yang sering ikut gotong royong/kerja bakti adalah kaum laki-laki atau bapak-bapak , pemudanya pun juga tidak sedikit yang mengikutinya rata-rata semuanya mengikuti. Selagi bapak-bapak pada bekerja bakti siibu-ibu didesa ini menyiapkan makanan untuk orang-orang yang bekerja bakti.
Didesa ini juga sering ada acara yasinan bapak-bapak ataupun ibu-ibu, tidak hanya yasinan tetapi masih banyak acara mengaji-mengaji yang paling sering dilakukan didesa ini. Warga didesa Demesan ini masih tergolong orang-orang yang fanatic dengan islam, islamnya masih di pegang kukuh oleh masyarakat didesa ini. Didesa ini juga ada tempat mengaji/TPQ untuk nak-anak usia dini sekitar anak-anak TK,SD,SMP kegiatan seperti ini dilakukan pada sore hari setelah azan asar tiba sampai pukul 17.00 biasanya, tetai kalau anak-anak yang sudah dewasa atau seumuran anak SMA sudah pada males untuk mengikuti kegiatan seperti itu. Setiap 2 minggu sekali ibu-ibu didesa Demesan mengadakan perkumpulan setiap sorenya, selain yasianan yaitu perkumpulan per Rw yang bernama PKK ada lagi setiap 1 bulan sekali yaitu perkumpulan ibu-ibu Dawis. Didesa ini dijadikan menjadi 3 blog yaitu blog Utara, Selatan dan Timur. Pembagian blog menurut Rw jadi didesa ini terdiri dari 3 Rw. Disetiap blog memiliki bebrapa poskampling yang minimal memiliki 2 poskampling setiap blog, jadwal rondanya juga dijadwal setiap ketua Rtnya menjadwal warganya untuk beronda,setiap 1 orang akan mendapat giliran utuk ronda.
Di daerah Demesan anak-anak sudah pada merasakan  bangku sekolah dari SD,SMP,SMA  kebanyakan orang-orang daerah sekitar tersebut hanya lulusan SMP untuk orang-orang yang sudah bekerja, tetapi generasi anak-anak yang sekarang rata-rata sudah lulusan SMA. Masih sedikit anak-anak yang lulusan Diploma atau S1, dapat disimpulkan penduduk Demesan sudah berpendidikan. Yang lulusan SMP atau SMA kebanyakan bekerja di pabrik sekitar tempat tinggalnya.
Didesa ini juga terdapat organisasi pemuda yang bernama Prasasti Demesan, organisasi pemuda tersebut diadakan 2 minggu sekali pada hari sabtu atau malam minggu, dalam organisasi tersebut sering membahas tentang kemajuan pemuda Demesan untuk menjadi maju dan lebih kreatif. Pada bulan Agustus pemuda demesan sering disibukkan dengan acara perlombaan untuk memperngati hari kemerdekaan Republik Indonesia. Perlombaan yang disediakan dalam acara tersebut tidak hanya untuk anak-anak tetapi orang tua juga ikut berpartisipasi. Sering kali setiap 3bulan sekali atau hari-hari tertentu mengadakan makan bersama atau acara begadang bersama. Pemuda-pemuda didesa ini juga sering di mintai tolong sama orang-orang yang sedang mengadakan hajatan.

Diujung desa ini terdapat sawah yang sangat luas, kebun tebu,kebun papaya yang berhektar-hektar luasnya. Setiap musim panen tiba, rumah-rumah yang dekat dengan area sewah pasti mendapatkan sebagian dari hasil panennya, mereka membagikan panenya kepada tetangga sekitar karena mereka mensyukuri atas hasil panennya. Setelah musim panen tiba desa ini sering mengadakan acara dekah desa dengan mengadakan pengajian. Desa ini juga letaknya termasuk strategis soalnya desa ini dekat dengan pasar, walaupun hanya pasar tradisional tetapi pasar ini menjadi salah satu sumber keramaian didaerah Tempuran di pasar itu tidak sedikit warga Demesan yang berjualan disitu.
Makanan khas didesa Demesan adalah makanan yang terbuat dari ketela atau siangkong, tidak sedikit pula yabg nenbuat makanan dari singkong untuk di buat makanan dan di jual dipasar-pasar dekat dengan desa bahkan dijual sampai keluar kota Magelang, Kecamatan Tempuran memang terkenal dengan produksi makanan yang terbuat dari singkong atau ketela. Makanan itu kebanyakan dibuat sebagai krupuk,makanan ringan atau gorengan. Sore hari didesa Demesan juga terdapat beberapa kios-kios, warung atau lapak yang menjual gorengan-gorengan atau makanan yang siap makan, waktu sore lebih ramai ketimbang waktu siang hari orang-orangnya pada sibuk bekerja. Desa Demesan juga dekat jalan raya jalan utama ke Purworejo yang ramai di lewati mobil-mobil,truk-tuk menuju ke Purworejo jadi tidak sepi seperti desa-desa yang lain.
Desayang saya tempati dari dahulu sampai sekarang yaitu desa Demesan Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang tergolong desa. Didesa Demesan masih ada gotong royong, pos kampling juga masih berjalan, pemuda-pemuda masih pada mau berorganisasi dengan masyarakat sekitar, rata-rata pekerjaan warga desa tersebut adalah wiraswasta, masih guyup rukun tetapi Demesan berada dilingkungan industri yang ramai. Itulah sekilas tentang desa Demesan